Halo masa depan...
Ups, aku bingung mau memanggilmu apa. apakah masa depan??, tapi aku tidak tau apakah benar kau akan menjadi masa depanku. Entahlah, tapi aku suka memanggilmu masa depan. Karena mungkin cocok buatmu.
Aku menemukanmu. Bahagiakah aku?. ah tentu saja, kau bercanda kalau mengatakan aku tidak bahagia. Kalau diibaratkan ya, aku menemukan satu gelas besar air segar disaat aku benar-benar sedang haus. Artinya, aku sangat - sangat merasa beruntung. :D
Yang aku inginkan hanyalah kau tetap menjadi masa depanku. Ohiyah, bisakah kau meminta pada Tuhan?. Meminta agar kau tetap berada di duniaku, menemani tiap tawaku, menemani tiap sedihku, menemani masa - masa sulitku?.
Hih, Tentu saja akupun akan meminta hal yang sama.
Hmmm, masa depanku. Maukan kau berjanji satu hal padaku?. Berjanjilah tetap berusaha yang terbaik untuk kita. Berjanjilah saling menjaga apa yang kita rasakan sekarang sampai waktu yang akan menentukan apakah kita masih layak memperjuangkan semuanya atau tidak. Tapi, sebelum waktu mengeksekusi keputusan itu, berjanjilah untuk berusaha sekuat yang kau bisa. Setuju?.
Memang tidak ada yang bisa menentukan apakah masa depanku tetap kau atau bukan. Tapi,kalau sekarang aku meminta yang terbaik itu kau, itu bukan permintaan yang berlebihan bukan?. ^^
” Jika ini memang cinta yang baik, Tuhan akan memberikan jalan yang walaupun berliku tapi akan tetap dengan tujuan yang sama. Namun, jika ini bukan, Tuhan akan membelokan jalannya menuju tujuan yang lebih baik”
Sudah dulu ya masa depan. Ingat, tetap berdoa supaya tidak ada kata masa lalu untukmu. Aku akhiri sajalah ya surat ini.
Halo masa depanku.. Aku mencintaimu. Hanya itu. :)


No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.